Mengapa boleh menggauli budak dalam Islam?

Kenapa di dalam Islam diperbolehkan menyetubuhi budak tanpa dinikahi terlebih dahulu?

Pertama ini adalah hukum Allah. Belajarlah mengagungkan kalimat Allah dalam hati teman-teman.

Banyak orang yang belum memahami bobot kalimat Allah aza wajala. Allah perintahkan teman-tman, kenapa laki-laki boleh poligami lebih dari satu orang wanita? Allah memang menurunkan hukum begitu. Kenapa sholat ashar empat rakaat, dhuhur empat rokaat, dua-duanya waktu berdekatan, kenapa? Kalau orang suka protes, kenapa kita enggak jadikan saja jam dua, satu kali aja empat rakaat, kenapa harus dua-dua. Lho Allah maunya begitu. Itu dulu yang pertama.

Allah mengatkan dalam al quran memuji sifat para sahabat.

Tidak layak bagi laki-laki mukmin perempuan mukminah yang kalau dan rasul sudah menentukan sebuah hukum, mereka masih punya pilihan lain. Atau tanya, kenapa ya, kenapa ya, kenapa ya, ini sampai kenapa mau tanya kenapa ya? Ini harus dipahamin dulu ini.

Orang mukmin adalah orang yang menerima hukum Allah, dia suka atau tidak suka… Kalau dia terima, Allah akan lapangkan dadanya untuk bisa mengamalkan. Itu berhubungan yang pertama. Yang kedua temen-temen sekalian, budak wanita sebelum Islam, selalu tadi seperti saya katakan, umumnya sejarah, semua sejarah, saya baca riwayatnya, itu luar biasa.

Semua wanita cuman tahu digauli, dibunuh, digauli, dibunuh, selalu. Dalam sejarah peperangan dunia, tidak pernah wanita itu kemudian dihormati. Islam datang menetralkan, wanita yang didapatkan dalam peperangan ini menjadi budak wanita. Hukumnya sama, dibebasin lebih mulia, dinikahi boleh. Tetapi karena mereka budak, hukumnya Allah SWT tinggalkan memang boleh digulin. Allah sebutkan dalam Al quran itu.
(taawudz)
walladzina mifurujum illa ala aswajib malakat aimanu… malumin

Mereka orang-orang beriman adalah yang selalu menjaga kesucian kehormatan kemaluan mereka, kecuali pada istri-istri mereka, atau memang yang didapatkan dengan tangan kanan mereka.

Allah halalkan. Memang sudah begitu. Disebutkan oleh beberapa ulama, apa hikmahnya sih sebenarnya?

Pertama, karena dia budak, bisa diperjualbelikan, maka dengan terhalalkannya cara seperti ini, dalam syariat, maka si tuan akan memberikan hak si budak tadi. Memberikan pakaian, memberikan naungan, menyiapkan tempat tinggal, karena disuruh oleh Nabi SAW tadi, budak harus diperlakukan seperti itu.

Yang kedua, salah satu cara pembebasan budak, saya tadi belum sempat jelaskan poin ini. Salah satunya adalah kalau budak wanita digaulin oleh tuannya, dan ini memang tanpa pernikahan, hukum syari begitu. Dan kalau dia hamil, dia punya anak, maka dijelaskan dalam buku fiqih namanya umul walad. Kalau teman-teman baca buku fiqih, judulnya ummul walad.

Ummul walad ini maksudnya adalah si budak tadi hamil dari tuannya. Seperti kasus Maria radiallahuanha hamil dari Nabi SAW sementara Maria bukan istri, hamba sahaya. Lahir ibu rahim, anak nabi saw, dan dalam hadits, kata Nabi SAW, ummul walad, budak yang akhirnya hamil dari tuannya, akan menjadi bebas dari keterbudakannya setelah tuannya meninggal dunia. Dan hukumnya adalah hukum anak. Anaknya adalah anak, sah, seperti anak dari istrinya. Itu hukum dari syariat kita, sudah begitu hukumnya.

Sumber: Ustadz Kalid Basalamah

Begini cara tahan lama berhubungan

Baru 5 menit udah keluar? Coba pakai cara ini!

Ternyata ini rahasia tahan lama berjam-jam


😑
☹️
😐
☺️
😍
Chat Whatsapp