Hukum Berhubungan Seks saat Menstruasi / Haid dalam Islam

Jadi taat pada suami nih adalah hal yang sangat mendasar, kecuali kalau disuruh maksiat. Disuruh buka aurat, dilarang sholat, disuruh minum khamr misalnya, atau disuruh duduk temanin teman-temannya dia laki-laki segala macem. Ini nggak boleh ditaati.

Ibu-ibu jangan samakan antara kebutuhan ibu biologis dengan bapak-bapak. Lain. Lain sekali. Ibu-ibu tuh kalau tidak dirangsang, enggak ada masalah buat dia. Ibu-ibu kalau suami tidak datang, tidak godain, tidak ada syahwat, biasa saja. Bapak-bapak enggak. Tidak ada godaan pun bermasalah. Karena yah ini secara medis yah.

Sperma itu komposisinya kalau dilihat, … saya bedah sebuah buku, kalau bapak ibu ikutin di Youtube itu ada mahkota pengantin. Sperma itu komposisinya termasuk ada api. Panas tuh. Jadi kalau dia tidak tumpah, tidak ditumpahkan, larinya ke emosi. Jadi kalau ibu banyak (menjumpai) suaminya suka marah, masalah di biologis tuh. Puasin di biologis marahnya hilang itu. Kantongnya jadi terbuka. Senyumn bibirnya, pasti. Coba-coba bapak-bapak di sini ditanya deh, kalau sudah terpenuhi biologisnya sudah puas, mau beli ini, ya silakan, mau ini, ya.

Coba lebih kalau ibu-ibu mau didekatin nda mau, malas, ini, oh udah, kiamat tuh. Mau beli ini, nggak bisa. Mahal tuh, nggak usah. Ini. Mau ke rumah orang tua, nggak usah. Untuk apa ke sana buang-buang waktu segala. Dimarahin terus. Masalahnya karena biologis, betul ini. Ini masalah luar biasa. Karena bapak-bapak tahu atau tidak tahu memang itu secara kejiwaan. Makanya biologis itu dalam bagi laki-laki tidak bisa ditunda. Bagi perempuan bisa.

Peranan seorang wanita di zaman Umar bin Khattab radiallahuanhu, perempuan ini kebetulan suaminya pergi jihad. Terus perempuan ini rupanya sudah empat bulan suaminya nggak pulang. Ini perempuan lantunkan syair, dia bilang, kalau bukan karena kehormatan hubunganku sama Tuhanku Allah, dan kehormatan suamiku, serta keimananku, kehormatan diriku, maka aku akan membuat ranjang ini bergoyang. Maksudnya dia akan berzina. Umar lewat depan rumahnya, Umar bilang, hai hamba Allah, apa yang kau ucapin? Perempuan itu ketakutan, tidak wahai amirul mukminin, tidak. Tadi kau ucapin. Apa kau berniat mau berzina? Dia bilang, ya amirul mukminin, suami saya empat bulan belum pulang dari medan jihad. Apa yang terjadi? Umar diam. Umar pergi ke Hafsoh, anaknya, istri Nabi SAW. Nabi sudah meninggal di zaman khilafahnya Umar yah.

Lalu Umar bilang, hai Hafsoh, berapa lama wanita bisa tahan tidak (berhubungan) biologis. Kata Hafsah, empat bulan. Perempuan bisa empat bulan tidak (berhubungan) biologis. Laki-laki empat bulan, keriting semua kepalanya. Nggak bisa.

Banyak ibu-ibu begitu. Ustadz, bagaimana saya layanin, suami saya ini setiap hari mina digauli. Memang. Memang begitu laki-laki. Wajar itu. Itu normal. Memang seperti itu kejiwaannya. Makanya Nabi SAW menggantungkan kepatuhan di sini. Sampai kata Nabi, kalau wanita sedang dicorong asap rumahnya, dipanggil sama suaminya untuk berhubungan biologis, datang. Disuruh datang. Temanin dia. Layani dia. Karena kalau tidak, kacau semua ini. Terbawa emosi di rumah, terbawa emosi di kerjaan, nanti berantem di luar sana, nanti masalah, usahanya tidak jalan. Tapi coba kalau biologisnya sudah puas. Aman semua tuh.

Dan ini kewajiban. Ini kewajiban. Makanya Aisyah RA berkata, kami kalau ingin digauli oleh Rasulullah SAW sementara kami sedang haid,

ternyata wanita haid, itu wanita haid tidak ada syahwat pada saat haid itu. Ibu-ibu pasti tahu itu. Sudah dibahas di dalam buku-buku fiqih. Wanita kalau sedang haid, sedang nifas, ini lebih jauh lagi dari syahwat. Memang nggak terfikir ke situ. Ini darah ini membuat orang jadi tidak berpikir untuk itu. Tapi laki-laki nggak bisa.

Kata Aisyah, kami kalau sedang haid dan Rasulullah SAW ingin menggauli kami, maka beliau menyuruh kami mengikat kencang tempat keluarnya darah di kemaluan, lalu beliau menggauli.

Nabi SAW tetap dipuaskan. Onani haram dalam Islam kalau laki-laki kerjain sendiri. Tapi kalau istrinya yang buat, tidak haram.

Sama halnya dengan apa saja, apa saja yang tidak dilarang dalam Islam, boleh dilakukan. Yang haram dalam Islam adalah meletakkan kemaluan laki-laki di dubur istrinya. Dubur nggak boleh. Haram. Karena dubur itu tempat kotoran, keluarnya gas, angin, kentut, dan juga keluarnya tinja. Ini bakteri yang kalau tidak dikeluarkan bisa mematikan manusia. Jadi bukan tempat kemalun di situ.

Dan tempat yang diletakkan adalah kemaluan. Makanya Allah bilang tentang haid kan. Ditanyakan kepadamu wahai Muhammad tentang haid, katakanlah dia penyakit. Dan kalau mereka sudah suci, maka gaulilah mereka di tempat yang telah Allah perintahkan kalian. Di kemaluannya.

Oral seks termasuk dibolehkan. Apa saja, selain daripada meletakkan kemaluan di dubur, atau meletakkan kemaluan di kemaluan lagi haid dan nifas, boleh dilakukan.

Saya kasih contoh misal, teman-teman kita Muhajirin, sahabat-sahabat nabi dari Mekkah, waktu hijrah ke Madinah, rupanya tradis orang berhubungan biologis di Mekkah waktu itu, mereka menunggingkan istrinya dan mereka menggauli dari belakang, di kemaluan. Tradisi biologis orang Madinah adalah istrinya di bawah, suaminy di atas.

Mereka nggak kenal gaya lain. Yang terjadi waktu sahabat-sahabat Muhajirin ini berhijrah ke Madinah, banyak yang tidak bawa istrinya. Akhirnya nikah sama wanita anshor di Madinah. Waktu nikah sama orang Anshor, rupanya si suami mau gauli dengan cara Mekkah. Si istri Madinah nolak. Ini terjadi di zaman nabi. Terdengar oleh Nabi SAW. Ni kasusnya si istri nggak mau digaulin, padahal kalau istri enggak mau digaulin berdosa nih. Gimana caranya? Turun firman Allah,

Istri kalian adalah ladang buat kalian, datangi ladang kalian semau kalian dan dahulukan diri kalian.

Artinya boleh digaulin dengan cara apapun, selama bukan letakkan kemaluan di dubur. Yang dilarang itu saja, karena Nabi SAW melarang. Allah melaknat laki-laki yang meletakkan kemaluan di dubur.

Satu hal juga penting di sini bapak ibu sekalian, jangan pernah belajar biologis dari film porno. Ini penting sekali. Karena ulama bilang, rasionalnya ya, sebagaimana manusia itu secara alami tahu makan masuk ke mulutnya, hidungnya dipakai bernafas, kupingnya dipakai mendengar, kemaluannya juga tahu di mana diletakkan. Sebagaimana dia tahu bagaimana mengeluarkan maaf air seni atau kencingnya. Dia tahu itu sebenarnya. Masalahnya kalau orang nonton film-film porno seperti ini, pertama mendukung perzinahan. Orang lagi zina. Melihat auratnya orang lain. Dan polah yang dipakai adalah polah non muslim. Menggauli dari dubur, jorok, kotor, dan segala macam hal, ini dilakukan. Dalam Islam

Sumber: Ceramah Ustadz Khalid Basalamah

Begini cara tahan lama berhubungan

Baru 5 menit udah keluar? Coba pakai cara ini!

Ternyata ini rahasia tahan lama berjam-jam


Chat Whatsapp